Permintaan
kendaraan bertransmis otomatis dari tahun ke tahun kian meningkat.
Kemacetan lalu lintas merupakan salah satu faktor yang membuat konsumen
memilih kendaraan bertransmisi matik. Namun masih sedikit pemilik yang
mampu memaksimalkan kemampuan transmisi matik.
Masih
banyak yang menggangap mobil bertransmisi otomatis kurang responsif. Tak
heran bila banyak orang yang hanya memanfaatkan posisi Drive (D), dan
menginjak pedal gas atau rem saja saat berkendara. Tidak responsif,
lemah di tanjakan, sulit menyalip atau tidak memiliki engine brake di
jalan menurun sudah menjadi risiko yang harus diterima pemilik kendaraan
matik. Padahal itu tidak benar.
Bila
dibanding transmisi manual, otomatis memang masih memiliki gejala slip
lebih banyak. Tak lain lantaran menggunakan kopling tipe basah. Namun
berbicara agresif, matik pun mampu membuat mobil Anda terasa agresif.
Apalagi
perkembangan teknologi transmisi telah berkembang pesat. Bila dahulu
matik hanya sebatas membaca sensor kecepatan dalam beroperasi, kini
matik telah memiliki beragam sensor yang menunjang kemampuannya dan
menyesuaikan dengan gaya mengemudi.
Di
sini Electronic Control Unit (ECU) pun mengumpulkan beragam data yang
dikumpulkan dari sensor-sensor itu untuk diolah dan disesuaikan dengan
kondisi jalan atau gaya mengemudi.
Apa itu L, 2 dan D?
Pada transmisi otomatis 4-percepatan,
umumnya tersedia pilihan L atau 1, 2 dan D untuk menjalankan kendaraan.
Serta P dan R untuk fungsi parkir dan mundur.
Bila
Anda beranggapan L atau 1 hanya digunakan pada jalan menanjak karena
merupakan gigi 1. Dan angka dua adalah posisi di gigi 2, hal itu tak
sepenuhnya benar.
L atau
angka 1 memang diperuntukkan jalan menanjak curam atau kecepatan
rendah. Pasalnya transmisi akan mengunci di gigi 1. Sedangkan angka 2,
menandakan gigi yang dapat beroperasi adalah 1 dan 2.
Sementara
posisi tuas di D dengan overdrive OFF, menandakan gigi yang bekerja
adalah 1, 2 dan 3. Hal ini berlaku untuk transmisi matik 4-speed. Bila
overdrive dalam posisi ON, yang ditandai matinya indikator O/D di
dasbor, seluruh perbandingan gigi transmisi (1, 2, 3, 4) digunakan
secara otomatis.
Jadi
bila Anda ingin mendapatkan efek engine brake di jalan menurun atau
hendak menyalip, Anda dapat menggunakan overdrive OFF jika sebelumnya
overdrive dalam posisi ON. Atau memindahkan tuas ke posisi angka 2 bila
sebelumnya overdrive dalam posisi OFF.
Dengan
cara ini akselerasi yang dihasilkan bisa lebih cepat. Hal itu bisa juga
dilakukan dengan cara kickdown (menekan pedal gas dalam-dalam). Tapi
beberapa mobil memiliki reaksi perpindahan gigi yang lamban. Sementara
Anda membutuhkan respons yang cepat.
Mode Sport
Beberapa produsen mobil menyediakan
mode Sport pada transmisi otomatisnya. Pada mode ini, transmisi akan
mempertahankan posisi gigi lebih lama dari biasanya.
Misalnya
perpindahan gigi dalam kondisi normal dilakukan secara otomatis pada
putaran mesin sekitar 2.000 rpm. Sementara pada mode Sport, perpindahan
gigi itu terjadi pada putaran mesin lebih tinggi. Efeknya, rentang
tenaga akan terjaga dan efek engine brake pun lebih terasa dengan mode
ini.
Shift lock release
Fitur ini berguna saat mobil diparkir
paralel. Biasanya berupa tombol, tuas atau lubang untuk anak kunci
bertuliskan Shift Lock Release. Dengan mengaktifkannya, tuas persneling
pun bisa dipindah ke posisi netral (N) saat kunci kontak sudah dicabut.
Mode manual
Teknologi perpindahan gigi secara
manual atau sekuensial sudah banyak diaplikasi beberapa mobil
bertransmisi otomatis. Dulunya sistem ini hanya digunakan pada mobil
premium atau sports car. Tapi kini SUV atau MPV pun sudah
menerapkannya.
Contohnya
adalah pada transmisi Shiftronic, Steptronic atau Tiptronic. Dengan
sistem ini, Anda dapat memindahkan posisi gigi lebih akurat sesuai
kebutuhan. Atau mengemudi sambil memanfaatkan puncak tenaga atau torsi
dari mesin.
Umumnya
sistem ini bisa diaktifkan dengan menggerakkan tuas transmisi atau
menekan tombol. Sementara perpindahan gigi dapat dilakukan dengan
menggerakkan tuas persneling ke depan-belakang atau kiri-kanan,
menggunakan tombol di setir atau paddleshift.
Meski
bisa dilakukan secara manual, biasanya produsen tetap menerapkan
perpindahan gigi secara otomatis ketika putaran mesin sampai di red
line untuk safety. Atau secara otomatis memindahkan gigi ke posisi
satu ketika mobil berhenti walau sesaat.
Sumber: Autobild